PDF#15 BATA Developing Footwear

PDF#15 BATA
Developing Footwear

Sanade Cafe – Sulanjana, Bandung

28 September 2012, pukul 19.00 – 21.00

PDF#15 digelar di sebuah cafe bernama Sanade. Diskusi dibuka oleh Mufti Alem sebagai moderator, sementara Desainer muda dari BATA sebagai pembicara diwakili oleh Billy, Nanda, Arif,  Ben, dkk.

BATA, siapa yang tidak tahu merk dagang tersebut? Dari Oom paruh baya hingga keponakan yang baru masuk SD pun pasti tahu merk dagang dari sepatu yang terkenal ini.  Memiliki beberapa toko, jejaring internasional dan distribution store terkemuka,  kelahiran BATA justru diawali keinginan “untuk membuat sepatu dengan harga semurah mungkin sehingga banyak orang yg dapat memilikinya”.

Untuk Anda yang mengira BATA adalah produk Indonesia, sini saya beri satu bocoran: BATA bukan produk Indonesia.  Jika ada slogan yang berbunyi “cintailah produk Indonesia”  pada kasus BATA saya akan bilang: “cintailah produk yang di desain dan di produksi oleh anak bangsa”.

Merk dagang BATA diambil dari nama belakang sang pemilik yaitu Thomas Bata.  Bersama saudara laki-lakinya Antonin, Thomas Bata memulai usaha pembuatan Sepatu di sebuah rumah sewaan di pusat kota Czechoslovakia.  Thomas Bata kemudian meninggal pada tahun 1932 pada sebuah kecelakaan pesawat.  Pada saat ia wafat perusahaannya telah memiliki 16,560 karyawan & 1,645 toko.  Sepeninggalnya perusahaan tersebut dipegang oleh saudaranya, Antonin. Selama sepuluh tahun ke depan (1942) Antonin berhasil membesarkan Bata hingga jumlah karyawannya menjadi 105,770 orang.

BATA beroperasi di Indonesia sejak tahun 1931.  Kegiatannya dimulai di sebuah gudang di Tanjung Priok dengan menjual sepatu-sepatu impor, sedangkan produksinya dimulai di Kalibata, Jakarta dalam tahun 1939.
Perkembangan-perkembangan yang pesat ini terhambat oleh Perang Dunia II. Namun setelah perang selesai, pabrik ini diperbaiki dan mulai beroperasi kembali tahun 1946. Sejak itu, Bata dengan mantap memperkuat kedudukannya sebagai pengusaha sepatu terkemuka di Indonesia.

Saat ini BATA memiliki beberapa lini produk, yaitu: Mocassino, Bata Comfit, B.First, Bubblegummers, North Star, Patapata, Marie Claire, Power, Weinbrenner.

Ada produk khusus yang BATA (khususnya tim desain BATA Indonesia) ciptakan untuk wilayah Indonesia, yaitu produk yang diberi nama MotorSandal.  Produk ini di desain oleh Arif berdasarkan salah satunya fenomena yang terjadi di Indonesia, yaitu membludaknya pengendara motor yang tidak dibarengi kesadaran untuk ber-safety riding.

MotorSandal ternyata mampu menjawab kebutuhan pasar, menjadi pioneer sekaligus produk terlaris , tentu saja karena bentuknya yang ergonomis, harganya yang terjangkau, dan materialnya yang bagus.  Dibalik semua catatan keberhasilan MotorSandal, ada proses desain yang tentu saja tidak instant, mari kita tengok.

 

 

 

Ditulis oleh Gardea Alem